Soweto Uprising

english Soweto Uprising
Soweto uprising
Hector pieterson.jpg
Hector Pieterson being carried by Mbuyisa Makhubo after being shot by South African police. His sister, Antoinette Sithole, runs beside them. Pieterson was rushed to a local clinic and declared dead on arrival. This photo by Sam Nzima became an icon of the Soweto uprising.
Location Soweto, South Africa
Date 16 June 1976; 42 years ago (1976-06-16)
Deaths 176 (with some estimates ranging up to 700)
Non-fatal injuries
1,000
Victims Students
Assailants South African Police

Ikhtisar

Pemberontakan Soweto adalah serangkaian demonstrasi dan protes yang dipimpin oleh anak-anak sekolah kulit hitam di Afrika Selatan yang dimulai pada pagi hari 16 Juni 1976.
Siswa dari berbagai sekolah Sowetan mulai protes di jalan-jalan Soweto sebagai tanggapan terhadap pengenalan Afrikaans sebagai media pengajaran di sekolah-sekolah lokal. Diperkirakan 20.000 siswa ikut serta dalam protes tersebut. Mereka bertemu dengan kebrutalan polisi yang ganas. Jumlah pengunjuk rasa yang dibunuh oleh polisi biasanya diberikan sebagai 176, tetapi perkiraan hingga 700 telah dibuat. Untuk mengenang peristiwa ini, 16 Juni sekarang menjadi hari libur umum di Afrika Selatan, yang dinamakan Youth Day.
Demonstrasi protes oleh mahasiswa Afrika di lingkungan perumahan Soweto Soweto di Johannesburg, Republik Afrika Selatan, dan kerusuhan nasional yang dipicu olehnya. Pada 16 Juni 1976, polisi menembaki demonstrasi mahasiswa Afrika yang memprotes belajar paksa orang Afrika dan banyak korban yang keluar. Protes menyebar ke seluruh negeri pada kesempatan ini dan berkembang menjadi kerusuhan anti apartheid. Dikatakan bahwa 575 orang tewas akibat tindakan keras pemerintah, tetapi itu adalah kesempatan untuk merevitalisasi gerakan anti-apartheid yang stagnan. → apartheid
→ Lihat juga Afrika Selatan | Johannesburg